HDTV, format audio lossless, HD surround pada Blu-ray, dan Kamera digital 4K sudah mengadopsi suara dan gambar high definition dalam berbagai aspek. Hanya suara pesawat telepon yang masih “betah” dengan kualitas audio di bawah standar. Oleh karena itu, teknologi HD Voice diusung untuk menghadirkan perbicangan antar-pengguna telepon yang jernih dan natural setara suara Hi-Fi. Penerapan standar audio tersebut pada smartphone, telepon biasa, dan perangkat lainnya tidaklah sulit diimplentasikan.

Kendala besarnya lebih berpangkal pada operator-operator yang masih mengandalkan teknologi jaringan lama yang enggan untuk meng-upgrade-nya dengan berbagai alasan. Meskipun teknologi HD Voice pada smartphpone dan telepon biasa berbeda, kualitas suaranya relatif sama. Kualitas suara dari telepon biasa jauh di bawah HD Voice. (300-3400 Hz dibandingkan dengan 50-7000 Hz). Rentang frekuensi HD Voice ini bahkan berada di atas rentang penerimaan telinga manusia normal (200-5000 Hz). Sederhanya, pendengar telepon akan mudah membedakan ucapan huruf “B” dan “D” jika HD Voice diterapkan pada transmisi suaranya. Panggilan suara HD ini juga menerapkan fungsi noise reduction otomatis untuk meningkatkan kualitas suara.

Transmisi HD Voice baru aktif jika semua syarat dan kondisinya terpenuhi (hal yang jarang terjadi). Beberapa operator besar di dunia telah mengadopsi standar HD Voice. Diantaranya, seperti Vodafone, T-Mobile, StarHub, Sprint, AT&T, dan Telkomsel. Hanya O2 sebagai operator besar yang belum memberikan konfirmasi kapan akan mendukung HD voice. HD Voice tersedia di jaringan telepon biasa (fixed-line atau land-line) via VoIP dan jaringan seluler via UMTS. Secara teknis, panggilan telepon berkualitas Hi-Fi ini bisa diterapkan di jaringan GSM.

Namun, bersedia atau tidaknya operator pun menjadi persoalan tersendiri. Hambatan terbesar HD Voice adalah panggilan yang terjadi antaroperator (beda jaringan). Jadi, panggilan HD Voice dari operator A ke B, termasuk melalui antar-jaringan fixed-line tidak dimungkinkan. Ha ini juga berlaku untuk panggilan dari jaringan fixedline ke jaringan seluler (atau sebaliknya) meski dari satu jaringan operator. Perbedaan transmisi (codecs) menjadi penyebab utama.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *