Saluran air bersih di rumah sepertinya ada yang bocor, karena air di toren berkurang padahal air tidak digunakan (misal di malam hari atau rumah sedang kosong). Keran-keran sudah diperiksa, tidak ada yang rembes atau tetesan air. Keran toilet yang menuju ke penampungan juga coba ditutup. Ada yang pernah mengalami? Gimana solusinya ya? Ada yang punya rekomendasi tukang yang bisa mendeteksi lokasi kebocoran?

Solusi dari Ahli

Untuk mengetahui letak kebocoran, langkah awal yang Anda lakukan sudah benar yaitu dengan menutup semua kerankeran di rumah. Namun apabila air pada toren tetap berkurang, berarti kebocoran terdapat pada pipa saluran air yang digunakan. Kemungkinan ada dua pipa air yang pecah atau sambungan antar pipa yang tidak terpasang dengan benar. Kesulitan memperbaiki saluran air ini adalah pada saat mendeteksi letak kebocorannya, karena pipa air biasanya tertanam pada dinding atau lantai dan tidak terlihat di permukaan.

Inilah pentingnya gambar jalur instalasi air yang ada di rumah anda. Biasanya pada saat kita membangun rumah dengan menggunakan jasa arsitek, gambar saluran distribusi air bersih maupun air kotor turut disertakan. Jadi kita bisa mengetahui jalur pipa tersebut untuk menemukan tanda-tanda kebocoran. Namun pada lantai tidak selalu disertai tanda-tanda tersebut, tergantung dari kedalaman pipa yang tertanam. Cara mendeteksinya, bila nat-nat keramik saat diraba terasa lembap/basah, artinya saluran pipa tertanam di lantai.

Apabila pipa tertanam pada bagian dinding biasanya akan terlihat basah/lembap, cat dinding mengalami kerusakan atau bahkan bila kebocoran sudah cukup lama, dinding akan terlihat seperti berjamur. Pada titik-titik itulah terjadi kebocoran. Lakukan pembongkaran dinding/ lantai pada jalur di mana terdapat tanda kebocoran. Periksa apakah kebocoran disebabkan sambungan antar-pipa yang kurang baik atau disebabkan pipa yang pecah.

Kemudian, lakukan pembongkaran mengikuti jalur pipa sepanjang yang diperlukan cukup ruang untuk mengganti pipa yang pecah atau sambungan yang tidak terpasang dengan baik. Ingat, saat menyambung pipa kondisi sambungan harus dalam kondisi kering dan bersih. Lem harus dibalurkan di kedua permukaan sambungan, diamkan beberapa saat sampai lem setengah mengering kemudian sambungkan. Setelah kering dan tersambung sempurna, kemudian jalur pipa tersebut bisa ditutup dengan plester dan di-fi nishing.

Solusi dari Pengalaman

Pengalaman saya ketika beberapa bulan menempati rumah baru juga terjadi hal demikian. Ketika ditinggal seminggu, air di toren berkurang 30% meski semua keran sudah ditutup. Dicari di mana pun tidak ditemukan kebocorannya. Saat menemukan pun tidak sengaja, karena ada salah satu kamar terlalu lembap dan salah satu dinding cenderung lebih dingin dan agak berjamur. Akhirnya saya nekat menjebol dinding tersebut dan akhirnya menemukan salah satu sumber masalahnya.

Dari hasil penemuan itu saya minta gambar instalasi pipa rumah ke pengembang untuk kemudian saya cek semua sambungan pipa PVC, baik inlet maupun outlet dan ternyata 75% sambungannya memang benar-benar tidak dilem sempurna, bahkan ada yang tidak dilem sama sekali. Lumayan juga karena sebagian letaknya tertanam di dinding/lantai. Mungkin pengalaman saya bisa dijadikan salah satu pembelajaran di sini ketika membeli rumah terutama yang ready stock.

Selain itu juga tak lupa untuk menambah sebuah genset sebagai sumber listrik cadangan untuk rumah ketika listrik dari PLN sedang padam. Harga genset yang murah bisa didapatkan melalui Suplier jual genset silent 1000 kva di Bandung.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *